Satgas Nusantara 2018 Gelar Tabligh Akbar di Poso
05/01/2018
Wejangan Prof. Nasaruddin Umar Kepada Santri
05/05/2018

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Dapat Penghargaan dari IMMIM

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Berobsesi lebih mengaktualkan serta masyarakatkan visi dan misi perjuangan IMMIM yang didirikan Fadeli Luran (alm), tahun 2018 ini kembali berlangsung Fadeli Luran Award dan IMMIM Award.

Tahun ini sejumlah tokoh dapat penghargaan, termasuk, Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr AGH Nasaruddin Umar mendapat gelar Sayikhul Mubaligin (guru para pendakwah). Gelar tersebut diterima pada puncak milad IMMIM ke-54 di Gedung Islamic Centre, Kamis (3/5).

Ketua YASDIC IMMIM, Ir HM Ridwan Abdullah,MSc menjelaskan, gelar itu merupakan bagian dari Fadeli Luran Award. Penghargaan juga diterima HM Arsyad Palentei, kategori mubalig dan Mahyuddin kategori imam masjid.

Menurutnya, Fadeli Luran Award dan IMMIM Award diinspirasi penghargaan dunia seperti hadiah nobel untuk sains dan kemanusiaan. Selain itu penghargaan yang dilakukan IMMIM ini murni berorientasi kemakmuran masjid. Pertimbangannya, penerimanya dinilai banyak berjasa sebagai tokoh tokoh masyarakat dan sejalan dengan visi dan misi IMMIM.

Ridwan Abdullah menambahkan, penghargaan juga diberikan pada mubligh dan imam, sedangkan IMMIM Award diberikan pada lembaga dalam hal ini masjid.

Masjid yang terima penghargaan, masjid Jami Al-Azhar, Aneka Gas Jl Sulan Alauddin, kategori pengamalan nilai ke-IMMIM-an, Masjid Besar Al Abrar Jl. Sultan Alauddin, kategori pelayanan ibadah, pendidikan dan dakwah kemasyarakatan, Masjid Syura Jl AR Hakim,  kategori sarana prasarana, Masjid Darul Muttaqin, Kompleks BTN Minasa Upa, kategori administrasi keuangan.

”Ke depan IMMIM Award juga akan memberikan pengahrgaan terhadap pesantren yang dinilai memeiliki orientasi sejalan dengan visi dan misi IMMIM,” tandas Ridwan Abdullah.

Sementara itu, Ketua DPP IMMIM, Prof Dr H Ahmad Sewang menandaskan, sayikhul mubaligin sebelumnya diberikan terhadap
sejumlah tokoh berpengaruh. Diantaranya, Prof Quraish Shihab, AGH Sanusi Baco,Lc, KH Bakri Wahiddan, HM Amin Syam (Ketua
Dewan Masjid Sulsel).

Menanggapi pengharagaan tersebut, Prof Nasaruddin Umar mengungkapkan, selama ini tak terhitung jari jumlahnya tawaran yang datang untuk memberi penghargaan pada Imam Besar Masjid Istiqlal, tapi kami lebih berhati-hati, apalagi menjelang pilkada.

”Kami datang ke IMMIM terima penghargaan, karena pengamatan kami, dari dulu hingga kini, IMMIM kami nilai masih tetap konsisten terhadap visi dan perjuangan IMMIM,” ungkap Nasaruddin yang juga mantan Wakil Kemenag RI itu.

Dalam tudziyahnya usai menerima penghargaan, Nasaruddin mengupas penerapan tasawuf dalam dunia modern. Dikatakannya,
memahami ajaran Islam harus memadukan akal dan bathin (hati), jadi bukan syariat semata.

”Zaman kekinian dibutuhkan dakwah yang mengandung penalaran dan kesimbangan pemahaman bathiniah. Pendekatan akal semata,
hanya akan melahirkan pemikiran liberalis.Untuk mencapai puncak kebahagiaan beragama, kedua elemen itu harus mampu dipadukan,” kunci Nasaruddin yang juga kelahiran Sulsel dan dikenal aktif ceramah diberbagai saluran televisi tersebut. (arf).

Sumber upeks.fajar.co.id

Foto Cyprianus Rowaleta