Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Dapat Penghargaan dari IMMIM
05/04/2018
Antara Jihad dan Patriotisme
05/05/2018

Wejangan Prof. Nasaruddin Umar Kepada Santri

Sabtu 5 Mei 2018 AG (Anregurutta) Prof.Dr.KH. Nasaruddin Umar, MA. menyempatkan hadir dalam pembekalan Pentaran Muballigh  dan Imam Tarwih Pondok Pesantren As’adiyah yang ke 44.

Prof Dr Nasaruddin Umar yang masih aktif sebagai Imam besar Majid Istiqlal Jakarta  juga merupakan Ketua Yayasan Ponpes Al Ikhlas Ujung Bone, berpesan, bahwa sebagai santri kita harus punya cita-cita dan percaya diri, tidak ada alasan untuk kita tidak maju. beliau mengambil contoh kehidupan RasulullahSallallahu Alaihi Wa Sallam, beliau termasuk orang yang sederhana, orang tuanya meninggal saat masih kecil, tapi mampu menjadi orang besar.

Diantara amalan yang beliau selalu lakukan adalah dengan memperbanyak sholawat. Dengan sholawat, kita dekat dengan Rasulullah, meskipun tidak pernah malihat beliau.

Prof. Nasaruddin Umar  juga sangat menyayangkan kelompok yang mudah menyalahkan, seperti menyalahkan tawassul, ziarah kubur, dll. Beliau  berpesan ”Jangan kita mudah mengalah terhadap orang pintar baru”

Saya ingat, dulu sewaktu saya mengaji tudang (duduk) disini, saya pernah ditegur oleh Gurutta Yunus Maratan. Saat itu saya duduk paling  belakang. Saat itu saya ditegur oleh Gurutta: ‘nak, Al-ilmu nuurun’. Cahaya itu berasal dari lampu, jika ingin lebih banyak cahaya yang didapat, lebih dekat lah dengan lampu.

Bagi saya, As’adiyah itu sangat besar pengaruhnya dalam melestarikan tradisi Sunni khususnya di Indonesia Timur.

Terakhir ceramah beliau ditutup dengan do’a untuk dikirimkan kepada Almarhum Gurutta di As’adiyah.

Untuk ceramah lengkap beliau silahkan kunjungi channel youtube kita @asadiyahpusat.

Sumber asadiyahpusat.org

Foto Cyprianus Rowaleta